CIANJUR – Seorang bidan desa di Cianjur dibuat bingung Sabtu, 27 Juni 2026. Pasien rujukannya ditolak Rumah Sakit Daerah Cianjur RSDH dengan alasan “ruang rawat inap penuh”. Padahal, bukti foto yang ia ambil menunjukkan ruangannya kosong tanpa pasien sama sekali.
Kisah ini mencuat setelah bidan tersebut membawa pasien yang butuh penanganan lanjutan ke RSDH. Bukannya ditangani, ia malah diminta mencari rumah sakit lain.
“Alasannya ruangan penuh. Padahal saat saya foto, ruangannya kosong. Tidak ada pasien sama sekali di situ,” kata bidan yang namanya dirahasiakan itu.
Hubungi Call Center, Tak Ada Respons
Merasa ada yang janggal, bidan itu mencoba menghubungi nomor layanan RSDH untuk konfirmasi dan mencari solusi. Hasilnya nihil.
“Saya sudah coba hubungi, tapi tidak diangkat. Akhirnya pasien harus dirujuk ke tempat lain,” ujarnya.
Ia mengaku terpaksa memutar arah dengan pasien yang kondisinya butuh penanganan cepat. Proses rujukan darurat itu dinilainya menambah risiko bagi pasien.
RSDH Bungkam, Dinkes Did dorong Klarifikasi
Hingga berita ini tayang, pihak RSDH belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi ke Humas dan manajemen rumah sakit masih terus dilakukan.
Kejadian ini langsung jadi sorotan. Sebab menyangkut hak dasar pasien rujukan dan transparansi data keterisian tempat tidur di rumah sakit milik pemerintah daerah.
“Kalau ruangannya kosong tapi ditolak, lalu pasien harus ke mana? Ini soal nyawa, bukan soal tempat tidur,” kata sumber dari tenaga kesehatan desa.














