CIANJUR — Tidak ada lagi coblos, tidak ada lagi tinta. Di Pilkades tahun ini, warga Cianjur akan “mengetuk” layar untuk memilih kepala desanya.
Kabupaten Cianjur resmi masuk era baru. Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa akan menggunakan sistem pemungutan suara digital. Ini pertama kalinya diterapkan secara masif di Cianjur.
“Konsepnya sederhana. Ganti kertas suara jadi layar. Tinggal pilih sesuai petunjuk,” ujar Kepala Bidang Bina Administrasi Pemerintahan Desa DPMD Kabupaten Cianjur, Dendi Reynaldi, Selasa (20/8/2026).
“Kalau Bisa Pakai HP, Pasti Bisa Nyoblos”
Banyak yang khawatir warga desa gaptek. Tapi Dendi optimis.
“Kalau masyarakat sudah terbiasa mengoperasikan telepon seluler untuk menerima telepon, insyaallah bisa mengikuti mekanisme ini,” katanya.
Agar tidak ada yang tertinggal, panitia bersama pemerintah desa akan gencar melakukan sosialisasi dan simulasi. Fokusnya ke kelompok rentan: lansia, penyandang disabilitas, dan warga yang belum paham teknologi.
Pendampingan akan disediakan. Tapi Dendi menekankan satu hal penting: pendamping hanya boleh mengajari cara pakai, bukan menentukan pilihan.
“Artinya bukan menentukan pilihan pemilih. Kerahasiaan dan kebebasan tetap harga mati,” tegasnya.
Targetnya Bukan Cuma Praktis, Tapi Kualitas Demokrasi
Bagi DPMD, Pilkades digital bukan sekadar soal cepat dan anti kecurangan. Ini momentum menaikkan kualitas demokrasi di desa.
Dendi berharap kandidat tidak lagi jualan janji kosong.
“Kandidat kepala desa diharapkan tidak hanya menyampaikan janji kampanye. Tapi mampu menerjemahkan gagasannya menjadi program yang realistis dan masuk dalam dokumen perencanaan pembangunan desa,” jelasnya.
Artinya, apa yang dikampanyekan harus ada anggarannya, ada waktunya, dan sesuai kebutuhan warga. Bukan asal ngomong.
Tantangan: Tertib, Inklusif, Transparan
Dengan persiapan panitia yang matang dan sosialisasi masif, Dendi menargetkan Pilkades digital Cianjur berjalan tertib, inklusif, dan transparan.
“Ini pengalaman demokrasi baru bagi masyarakat desa. Teknologinya memudahkan, tapi substansinya tetap: memilih pemimpin terbaik untuk desa,” tutup Dendi.
Kini bola ada di tangan panitia dan warga. Layar sudah siap. Tinggal ketuk, dan masa depan desa ditentukan.

















