CIANJUR — Sebelum diperiksa dokter, para pasien di Klinik Harapan Sehat Cianjur diajak “ijab kabul” dulu. Dilanjutkan melafalkan Pancasila bersama.
Itu pembuka dari program pengobatan gratis untuk 81.000 warga kurang mampu yang dilaunching klinik tersebut, Senin (18/8/2026).
Angka 81.000 sengaja dipilih. Pas dengan usia kemerdekaan RI ke-81. Harapannya sederhana: warga merdeka dari penyakit dan merdeka dari biaya mahal.
Berobat Dimulai dari Niat & Pancasila
Di bawah kepemimpinan dr. Yusuf, Klinik Harapan Sehat punya cara unik. Setiap pasien yang datang tidak langsung masuk ruang periksa.
Mereka diajak membuat “kesepakatan tulus” dengan dokter untuk sama-sama berikhtiar sembuh. Lalu melafalkan 5 sila Pancasila.
“Bukan sekadar prosedur. Saat kita melafalkan Pancasila, kita ingat bahwa setiap orang berhak hidup layak dan sehat. Itu sila kelima — keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar dr. Yusuf.
Kick off program ini dihadiri Kapolres Cianjur AKBP Dr. A. Alexander Yurikho Hadi dan Kepala Dinkes Cianjur dr. I Made Setiawan. Kehadiran mereka jadi bentuk dukungan pemerintah terhadap inisiatif warga.
Kapolres: Sembuhkan Fisik, Kuatkan Persatuan
Kapolres Cianjur memuji langkah dr. Yusuf. Menurutnya, menggabungkan pelayanan medis dengan nilai kebangsaan itu penting.
“Saya apresiasi. Ini bukan hanya menyembuhkan penyakit fisik, tapi juga menanamkan semangat persatuan dan keadilan. Semoga membawa keberkahan bagi Cianjur,” kata Alexander.
Hal senada disampaikan dr. I Made Setiawan. Ia menyebut program ini pelengkap upaya Pemkab memperluas akses kesehatan.
“Pemerintah terus berupaya. Tapi peran masyarakat dan swasta seperti ini sangat berharga. Kesehatan itu urusan bersama,” jelasnya.
Bayar Pakai Uang Boleh, Pakai Hasil Bumi Juga Boleh
Agar program tetap jalan, klinik ini pakai sistem subsidi silang. Pasien yang mampu bayar akan membantu yang tidak mampu.
Uniknya, pembayaran tidak harus uang. Bisa dengan hasil bumi, doa, atau ikut menjaga semangat kebangsaan.
“Model ini membuktikan, kesehatan bisa berkelanjutan tanpa membebani yang lemah ekonominya,” kata dr. Yusuf.
Dengan target 81.000 orang, pengobatan akan dilakukan bertahap. Harapannya beban kesehatan masyarakat Cianjur bisa jauh berkurang.

















