Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

ISFHAN TAUFIK: HAK ASASI MELEKAT SEJAK LAHIR, SADARKAN DIRI SENDIRI DULU BARU ORANG LAIN

22
×

ISFHAN TAUFIK: HAK ASASI MELEKAT SEJAK LAHIR, SADARKAN DIRI SENDIRI DULU BARU ORANG LAIN

Sebarkan artikel ini

CIANJUR, — Hak asasi bukan hanya untuk dituntut, tapi juga untuk disadari. Pesan itu yang dibawa Anggota Komisi XIII DPR RI, Isfhan Taufik Munggaran, saat sosialisasi P5HAM di Desa Wangunjaya, Naringgul, Cianjur, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan bersama Kementerian HAM itu diikuti 204 warga dan tokoh masyarakat. Tujuannya: memastikan nilai-nilai HAM tidak hanya jadi teori di Jakarta, tapi hidup di tingkat desa.

Example 300x600

“TOLERANSI DI SINI SUDAH BAIK”
Isfhan mengapresiasi kerukunan warga Wangunjaya. Ia menyebut diskriminasi karena fisik, suku, hingga agama sudah tidak ada lagi.
“Saya tanya, apakah masih membeda-bedakan orang karena warna kulit, postur tubuh, suku, agama? Jawabannya sudah tidak ada. Ini penghormatan HAM yang bagus,” ujarnya.

AMAN BERMULA DARI RUMAH
Untuk aspek perlindungan, Isfhan menekankan keamanan bukan hanya tugas polisi.
“Kita harus mampu melindungi diri, keluarga, hingga lingkungan RT. Kalau suami istri di rumah rukun, insyaallah keluar rumah juga ikut rukun,” katanya.

KELUHAN WARGA: RS RUJUKAN JAUH & AIR BERSIH DEFISIT
Dialog paling alot terjadi saat membahas pemenuhan hak dasar.
1. Kesehatan: Warga mengeluh rujukan RSUD Pagelaran terlalu jauh. RSUD Sindangbarang belum optimal layani BPJS. Akhirnya warga memilih berobat ke Soreang, Bandung.
2. Air Bersih: Debit air defisit. Kebutuhan masih numpang dari desa tetangga. “Ada tidak mata air lebih besar?” tanya Isfhan. Warga jawab: “Akan kami cari dulu.”
3. Infrastruktur: Jalan penghubung antar desa belum tuntas. Isfhan menyebut ini kewajiban negara yang harus hadir.

Untuk pendidikan, ia mengapresiasi. “SD, SMP, SMK sudah ada dan fasilitasnya memadai. Gangguan listrik juga sudah berkurang,” tuturnya.

SELESAIKAN DENGAN MUSYAWARAH
Masuk ke aspek penegakan, Isfhan mengingatkan warga selesaikan masalah kecil lewat musyawarah dan tokoh masyarakat.
Untuk sengketa tanah, bisa mulai dari desa/kecamatan, baru ke BPN.

PUNCAK PESAN: SADARKAN DIRI SENDIRI DULU
Di akhir, Isfhan menutup dengan pesan pemajuan HAM.
“Kita tidak hanya menuntut hak dari negara. Kita juga harus memajukan nilai HAM. Caranya? Sadarkan diri sendiri dulu, baru sadarkan orang lain. Karena hak asasi itu melekat pada setiap individu sejak lahir,” pungkasnya.

Example 120x600