Harianpers.com// Keerom, Bupati Keerom Piter Gusbager, S.Hut., MUP, mengingatkan; 471 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi 2024 agar mengikuti Pelatihan Dasar (Latsar) dengan disiplin, penuh tanggung jawab, serta menjunjung tinggi kejujuran dan loyalitas.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati saat membuka Latsar CPNS Golongan II dan III di lingkungan Pemerintah Kabupaten Keerom, Selasa (27/10/2026), di GOR Girgura Kensuwri, Kampung Workwana.

Sebanyak 471 peserta mengikuti pelatihan tersebut, terdiri atas 95 CPNS Golongan III dan 376 CPNS Golongan II. Kegiatan ini dilaksanakan melalui kerja sama Pemerintah Kabupaten Keerom dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Papua.
Selama kurang lebih dua bulan, para peserta akan mendapatkan pembekalan dari tenaga pengajar BPSDM Provinsi Papua dan personel Batalyon Infanteri 12 Marinir. Materi pelatihan mencakup bela negara, kedudukan dan peran PNS, nilai-nilai dasar ASN, serta pembentukan mental dan spiritual untuk mendukung pelaksanaan tugas sebagai pelayan masyarakat.
Dalam sambutannya, orang no.1 Kabupaten Keerom itu menyampaikan bahwa pelaksanaan Latsar ini merupakan kali ketiga diselenggarakan di Kabupaten Keerom sejak masa kepemimpinannya.

“Saya berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan ini dengan penuh kedisiplinan dan tanggung jawab. Latsar merupakan syarat wajib yang harus dipenuhi, dan setiap peserta harus memahami bahwa kehadiran serta seluruh proses pembelajaran menjadi bagian dari penilaian,” tegasnya.
Dia juga mengingatkan bahwa CPNS harus mempersiapkan diri menjadi abdi negara, abdi masyarakat, dan pelayan daerah yang bekerja dengan hati dan sungguh-sungguh untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
upati menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk melaksanakan
penerimaan CPNS tanpa pungutan liar. Menurutnya, proses penerimaan sejak administrasi hingga penerbitan surat keputusan (SK) tidak dipungut biaya.
Ia juga menekankan kepada CPNS formasi ini untuk tidak melakukan perikatan kredit dengan pihak bank selama dua tahun pertama masa kerja.
Kebijakan tersebut dimaksudkan agar para pegawai baru dapat konsentrasi bekerja dan membangun kompetensi, mengembangkan diri, serta menata karier pada awal masa pengabdian.
Lebih lanjut ia mengutarakan pentingnya sebuah integritas, kejujuran, kesetiaan, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas sebagai ASN.

“Bahwa promosi jabatan merupakan hasil dari proses pengabdian, bukan sesuatu yang harus dituntut sebelum pegawai menunjukkan kinerja dan tanggung jawabnya,” ujarnya.
Pembukaan Latsar tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Keerom Daud, Ketua DPRK Keerom, Ketua Dewan Adat Keerom (DAK), Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Keerom, unsur TNI-Polri, serta para kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Keerom. (SBN)
















