Dinasti Politik dan Simbolisasi Ketua Umum Partai

- Penulis

Senin, 25 September 2023 - 23:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harian Pers // Menjadi anggota partai kemudian dalam hitungan hari langsung menjadi ketua umum sebuah partai ternyata begitu mudah. Asal mempunyai relasi kekuasaan hinggal sampai kepada jantungnya, bahkan akan mudah jika bagian dari dinasti dalam politik.

Kaesang Pangarep dianggap mewakili anak muda kekinian, sehingga tanpa ada drama apapun, dia didaulat menjadi ketua umum PSI. Dari sini sebenarnya, tidak salah jika orang berasumsi bahwa alasan utamanya adalah semata karena Kaesang anak Presiden Jokowi.

Baca Juga:  Proyek PJU Bernilai Rp40 Miliar Diselidiki, Kejari Cianjur Temukan Titipan Rp1 Miliar

Tentu PSI berharap agar popularitas dan posisi strategis Kaesang bisa menjadi simbol baru bagi partai anak muda mudi ini untuk mendulang suara dalam pemilu. Jika benar demikian, apakah prioritas yang ditawarkan kepada masyarakat hanya euforia ketenaran?

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nyatanya, dari sini jelas sekali. Bahwa ide, gagasan dan karya buah pemikiran bukanlah tonggak utama dalam politik demokrasi. Sekarang bisa jadi ketua umum hanya akan menjadi simbol, bukan didasarkan falsafah pemikirannya terhadap kemajuan sebuah negera.

Baca Juga:  Lucky Hakim : Jangan Ada Celah Bagi Perempuan Jadi Korban Kekerasan

Beginilah kualitas kondisi politik negara Indonesia saat ini. Yang bangga bukan dengan gagasan dan pemikiran, namun kalah dengan sebuah dinasti politik dan simbolisasi popularitas seseorang (yang bahkan bukan seorang politisi, apalagi negarawan).

*Lutfi S. Hidayat*
Eterna Foundation Purbalingga

Follow WhatsApp Channel harianpers.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Lucky Hakim Resmi Luncurkan Wong Reang Apps & Sensus Ekonomi 2026
Aksi Sosial HMI Indramayu Di Bulan Ramadhan, Atasi Sampah “LET’S CLEAN IT UP TOGETHER“
3 Tahun Pembiaran APH, Dugaan Peredaran Obat Keras Tipe G Milik Mano Beroperasi 24 Jam
PN Slawi Vonis Berat Pelaut Michael Kurir Dadakan 7 Tahun, Dipertanyakan?
Modus Rumah BR Diduga Distribusi Jadi Bunker Miras Skala Besar
Program MBG di SD Cibitung 1 Desa Kanoman Dua Bulan Tidak Berjalan, Orang Tua Pertanyakan Kejelasan
Diduga Akibat Kebocoran Gas Melon, Empat Orang Terluka dalam Kebakaran di Cianjur
Peredaran Tramadol dan Eximer di Cianjur Kian Marak, Warga Resah
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 16:19 WIB

Bupati Lucky Hakim Resmi Luncurkan Wong Reang Apps & Sensus Ekonomi 2026

Minggu, 1 Maret 2026 - 00:36 WIB

Aksi Sosial HMI Indramayu Di Bulan Ramadhan, Atasi Sampah “LET’S CLEAN IT UP TOGETHER“

Sabtu, 28 Februari 2026 - 21:24 WIB

3 Tahun Pembiaran APH, Dugaan Peredaran Obat Keras Tipe G Milik Mano Beroperasi 24 Jam

Jumat, 27 Februari 2026 - 16:57 WIB

PN Slawi Vonis Berat Pelaut Michael Kurir Dadakan 7 Tahun, Dipertanyakan?

Kamis, 26 Februari 2026 - 12:09 WIB

Modus Rumah BR Diduga Distribusi Jadi Bunker Miras Skala Besar

Berita Terbaru

Uncategorized

THR dan TPP Bupati Keerom Sampaikan Akan Cair Minggu Ini

Rabu, 11 Mar 2026 - 16:33 WIB

Uncategorized

Bupati Keerom Launching Safari Ramadhan 1447 h.

Rabu, 11 Mar 2026 - 03:27 WIB

Daerah

Jajaran Polres Keerom Razia Miras di Bulan Suci Ramadhan.

Rabu, 11 Mar 2026 - 03:21 WIB