Darah Madura DR SALMAN AL FARISI Stafsus Lucky Hakim Di Tantang 0’ushj.dialambaqa Si Anak Ndeso

- Penulis

Jumat, 16 Januari 2026 - 10:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Darah Madura DR SALMAN AL FARISI & 0'ushj.dialambaqa Si Anak Ndeso

i

Darah Madura DR SALMAN AL FARISI & 0'ushj.dialambaqa Si Anak Ndeso

HarianPers || INDRAMAYU – Hiruk pikuknya informasi tentang stafsus Bupati Indramayu Lucky Hakim yaitu SALMAN AL FARASI yang menyebut ” “Saya Salman, berdarah madura, bertulang putih, bermata putih tidak akan takut dengan siapa pun, saya tidak akan patuh dengan perintah siapapun di Indramayu ini kecuali Bupati Indramayu Lucky Hakim, karena saya orangnya Lucky Hakim bukan orangnya siapapun.” dan juga GELAR yang di sandangnya sampai dengan menempuh GURU BESAR. Jum’at (16/1/2026).

Saat pertemuan acara Podcast di Cafe Tambak dengan tema, Stafsus Rasa Bupati, aktifis Indramayu 0’ushj.dialambaqa dengan julukan si anak kampung/ndeso menyampaikan untuk tindakan lanjut diskusi soal Stafsus Salman, mari kita uji kapasitas intelektual, etikabilitas dan integritasnya di forum diskusi akademik di ruang terbuka untuk umum.

“Mari kita uji kapasitas intelektual, etikabilitas dan integritasnya di forum diskusi akademik di ruang terbuka untuk umum bersama Stafsus DR. Salman Al Farisi, SE, SAP, S.Sain, MAP, M. Sain, yg kata bupati sedang menempuh Guru Besar (Profesor).” Terangnya.

Lanjut Dialambaqa, Jadi saya untuk Stafsus DR. Salman Al Farisi, SE, SAP, S.Sain, MAP, M. Sain, yg kata bupati sedang menempuh Guru Besar (Profesor) untuk bisa hadir sebagai panelis untuk menjawab tantangan 0’ushj.dialambaqa si anak kampung/ndeso.

“Forum Peduli Indranayu (FPI) akan kirim surat resmi ke Bupati Indramayu & Stafsus SALMAN (Pemda Indranatu) supaya resmi untuk menantang SALMAN AL FARISI sebagai Akademisi.”

Lantas, jika tidak mau, tinggal bagaimana kita semua menyikapi soal Stafsus yang melanggar peraturan perundang – undangan tersebut, karena sudah melampaui batas dan atau melanggar norma, etika dan Otoritas tata kelola pemerintahan dan ketatanegaraan. Saya tunggu info dan jawaban lanjutnya. Trims. Ucapnya.

Kemudian Dialambaqa juga mengatakan kita tidak lagi guyup dengan rentengan gelar akademik sekarang ini, karena kini mutu Perguruan Tinggi tidak seperti sebelum adanya otonomi pendidikan. Banyak fakta konkret yang disebut – sebut Kampus Ruko, Kampus Kaleng – kaleng, sehingga dua tahun saja kita bisa menyandang 5 gelar akademik.

Baca Juga:  Pemkab Indramayu Sinergi Kembangkan Kawasan Rebana sebagai Jantung Investasi Nasional

“Jika saya pinjam istilah Rocky Gedung, bahwa rentengan gelar akademik hanya menunjukkan “bahwa mereka pernah sekolah, bukan pernah berfikir.”

Saya dalam diskusi menegaskan pula apa kata filsuf Rene Descartes, bahwa aku ada karena berfikir, karena berfikir maka aku ada.
Jadi jika kita ada karena tidak berfikir maka itu namanya patung hidup atau boneka hidup, bukan intelektual akademik.

“Fierce Bordiou filsuf Perancis mengatakan jika kebenaran disamarkan menjd ketidakbenaran atau sebaliknya, menyamarkan ketidakbenaran seolah – olah itu benar, maka itu merupakan pengkhianatan intelektual.”

Jadi apa maksud dan tujuan bupati memamerkan rentengan gelar Stafsus Salman? Apa sekedar menakut – nakuti kita atau menganggap masyarakat Indramayu dungu semua. “maka saya tantang kehebatan Stafsus Salman yang arogan dan Rasis itu untuk debat publik dengan tema: Indramayu Eksodus dari Kebobrokan, Keterpurukan Struktural dan Rasisme, juga dengan tambahan tema soal ekonomi politik. Nasional dan geopolitik dan perang Israel Palestin dan keserakahan Donal Trump’s. (Andriani).

Penulis : Andriani

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Masyarakat

Follow WhatsApp Channel harianpers.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Usia Beda, Prestasi Tak Terbatas! KU-9 Paster Junior Sabet Runner Up Liga Jabar Istimewa 2026
Satnarkoba Polres Cianjur Gagalkan Peredaran 648,75 Gram Sabu, Satu Kurir Ditangkap
Kuda-Kuda Politik! DPC PDIP Cianjur Konsolidasi Perkuat Struktur hingga Akar Rumput
PANSUS DPRD Indramayu, Pengaruhi LKPJ BUPATI 2025 dan Potensi Interpelasi
INFISA : KEMENLU RI Di Tuding Lamban Tangani Pemulangan 13 Pelaut WNI Korban Perang Iran
PC PMII Cianjur Perkuat Kaderisasi Lewat 6 Program Strategis
Oknum Anak Pejabat Wakil Bupati Di Duga Serobot Lahan Perhutani di Cikawung
Bupati Indramayu Lucky Hakim Sukses Raih PenghargaanTOP BUMD Awards 2026

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 19:52 WIB

Usia Beda, Prestasi Tak Terbatas! KU-9 Paster Junior Sabet Runner Up Liga Jabar Istimewa 2026

Senin, 20 April 2026 - 19:49 WIB

Satnarkoba Polres Cianjur Gagalkan Peredaran 648,75 Gram Sabu, Satu Kurir Ditangkap

Senin, 20 April 2026 - 19:46 WIB

Kuda-Kuda Politik! DPC PDIP Cianjur Konsolidasi Perkuat Struktur hingga Akar Rumput

Jumat, 17 April 2026 - 22:28 WIB

PANSUS DPRD Indramayu, Pengaruhi LKPJ BUPATI 2025 dan Potensi Interpelasi

Kamis, 16 April 2026 - 21:06 WIB

INFISA : KEMENLU RI Di Tuding Lamban Tangani Pemulangan 13 Pelaut WNI Korban Perang Iran

Berita Terbaru