Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

Penanaman Jagung Perdana Kelompok Tani Kauroso Kampung Skofro di Hadiri Bupati.

75
×

Penanaman Jagung Perdana Kelompok Tani Kauroso Kampung Skofro di Hadiri Bupati.

Sebarkan artikel ini

Harianpers.com // Keerom, Bupati Keerom Piter Gusbager S.Hut MUP, memimpin penanaman jagung perdana kelompok tani Kauroso, pada masyarakat adat kampung Skofro, Distrik Arso Timur di atas lahan seluas 5 hektar. Sabtu, 22/8/2026.

Terpantau, hadir juga Kepala Distrik Arso Timur, Kepala Kampung, Wakapolres Keerom, Koramil, tokoh adat, dan warga setempat.

Example 300x600

Pengelola lahan jagung 5 hektar ini (Kelompok Tani Kauroso) merupakan anak-anak adat Kampung Skofro.

Selain tanaman jagung, masyarakat di kampung perbatasan dengan PNG ini juga mengembangkan komuditas tanaman lain, yaitu; padi, kopi dan kakao/cokelat.

Bupati Piter Gusbager memberikan penghargaan dan apresiasi tinggi kepada pemuda dan masyarakat Skofro.
“Saya senang sekali bisa datang di kampung ini, untuk melakukan penanaman jagung,” ungkapnya.

Ia menegaskan lahan seluas 5 hektar ini akan terus dikembangkan untuk pertanian berkelanjutan. Pemerintah daerah tidak hanya memberi semangat, tetapi juga memberikan dukungan seperti alat-alat pertanian.

“Saya akan kirim mesin bajak, mesin pipil jagung, agar saat panen sudah menggunakan alat,” katanya.

Bupati juga berpesan agar anak muda memilih bertani daripada terjerumus hal negatif.

“Saya sangat mendukung, lebih baik anak-anak muda urus pertanian. Saya tidak ingin anak muda Skofro ikut terlibat dalam miras dan ganja. Silahkan urus Padi, Jagung, Cokelat, dan Kopi, kami pemerintah Kabupaten Keerom mendukung,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya perawatan pasca tanam agar 5 hektar ini benar-benar menghasilkan.

“Setelah menanam, harus dirawat agar di 5 hektar ini dapat menghasilkan buah yang baik. Saya berharap pemuda punya daya kreatif dan inovatif untuk membangun kampungnya. Karena kemajuan Kabupaten Keerom dari kampung,” pesannya.

Sebagai langkah penguatan SDM, Tahun ini Pemkab Keerom akan mengirim 10 hingga 20 petani milenial untuk studi pertanian di luar Papua selama 3 bulan. 5 di antaranya berasal dari pemuda Skofro.


“Mereka akan belajar pertanian di luar Papua selama 3 bulan, kembali dengan ilmu yang diperoleh untuk kembangkan pertanian di Keerom,” jelas Bupati.
Dukungan infrastruktur juga telah disiapkan, yaitu peningkatan ruas jalan Skofro, kemudian Sangke menuju Amyu, Pitewi.

“Kampung Skofro mudah-mudahan dalam bulan ini sudah mulai diaspal,” ungkap Piter.

Pada kesempatan ini, Bupati juga menyerahkan bantuan 200 paket sembako berisi beras dan telur bagi masyarakat Skofro. (Sbn).

Example 120x600