Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerah

Bahas 3 Permasalahan Masyarakat, Wabup Syaefudin Buka Bahtsul Masail MUI Kabupaten Indramayu

161
×

Bahas 3 Permasalahan Masyarakat, Wabup Syaefudin Buka Bahtsul Masail MUI Kabupaten Indramayu

Sebarkan artikel ini
Bahas 3 Permasalahan Masyarakat, Wabup Syaefudin Buka Bahtsul Masail MUI Kabupaten Indramayu

HarianPers || Indramayu – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Indramayu menggelar Bahtsul Masail untuk membahas dan mendiskusikan permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat.

Permasalahan yang dibahas pada Bahtsul Masail MUI Kabupaten Indramayu kali ini yakni permasalahan bansos yang tidak tepat sasaran, masjid yang dikunci pada malam hari padahal masyarakat membutuhkan, dan hukum memiliki khodam.

Example 300x600

Ketua MUI Kabupaten Indramayu KH. Muhammad Syatori mengatakan, kegiatan Bahtsul Masail dilaksanakan setiap 3 bulan sekali dan membahas permasalahan ataupun isu yang tengah ramai dibicarakan oleh masyarakat.

Syatori berharap, dengan hadirnya pemimpin baru di Indramayu akan membawa dampak perubahan yang signifikan terutama dalam pencapaian visi Indramayu Reang (Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong)

“Dengan visi religius sebagai visi pertama mudah-mudahan ini dapat meningkatkan nuansa keagaman di Kabupaten Indramayu,” kata Syatori.

Sementara Wakil Bupati Indramayu H. Syaefudin mengatakan, bersama dengan Lucky Hakim siap untuk meningkatkan nuansa religius di Kabupaten Indramayu saat ini. Program yang sudah berjalan dan bermanfaat bagi masyarakat akan dilanjutkan. Sementara program yang masih kurang segera dibereskan.

“Gerakan mengaji 15 menit bagi ASN dan pelajar itu harus terus kita lanjutkan karena manfaatnya sangat bagus bagi Indramayu,” tegas Syaefudin ketika membuka Bahtsul Masail di Ponpes Assyauqi Desa Kertanegara Kecamatan Haurgeulis, Sabtu (22/2/2025).

Selanjutnya, gerakan khatam al qur’an di mushola-mushola juga akan dibangkitkan kembali.

Syaefudin menambahkan, sinergitas dan kolaborasi antara ulama dan umaro menjadi modal penting dalam membangun Kabupaten Indramayu.

“Mari kita terus bersama agar sinergitas dalam membangun Indramayu ini bisa kita wujudkan,” kata Syaefudin.

Pada kesempatan itu Wakil Bupati Indramayu Syaefudin juga menyampaikan apresiasi luar biasa kepada santri Ponpes Assyauqi yang telah menampilkan kemampuannya dalam menghapal al-qur’an dengan metode jari. (Mzk).

Example 120x600