Tiga Tahun Pasca Gempa Cianjur, Penderitaan Belum Usai: Korban Masih Tinggal di Tenda dan Keluhkan Tiadanya Bantuan

- Penulis

Rabu, 4 Februari 2026 - 17:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

 

CIANJUR, 4 Februari 2026 – Tiga tahun berlalu sejak gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,6 mengguncang dan meluluhlantakkan Kabupaten Cianjur pada 21 November 2022, namun bayang-bayang kepedihan masih nyata bagi sebagian korban. Di Kampung Panumbangan, Desa Cibulakan, keluarga Yayah Sopiah (43) menjadi simbol dari proses pemulihan yang tersendat. Mereka hingga kini masih bertahan di hunian sementara (huntara) yang terbuat dari kayu, terpal, dan tenda darurat yang tak layak huni.

“Tidak ada bantuan sama sekali dari pemerintah,” ucap Yayah dengan nada getir saat ditemui di lokasi huniannya yang memprihatinkan, Rabu (4/2/2026). Pernyataannya seperti tamparan keras terhadap janji-janji rehabilitasi dan rekonstruksi yang digaungkan pascabencana.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi huntara yang serba terbatas itu memaksa keluarga Yayah dan ketiga anaknya berjuang melawan terpaan cuaca ekstrem setiap hari. Saat terik, panas menyengat tak tertahankan. Di malam hari, dingin menusuk tulang. Hujan pun menjadi mimpi buruk tersendiri bagi mereka.

Baca Juga:  Pemkab Purwakarta Genjot Pelayanan Publik

”Kalau hujan selalu banjir, semua pada basah,” keluh Yayah, menggambarkan betapa rapunya atap dan dinding tempat tinggal mereka.

Oplus_16908288

Dampak lingkungan yang tidak sehat tersebut berimbas serius pada kondisi kesehatan anak-anaknya. Salah satu dari mereka bahkan dilaporkan mengalami stunting, kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis yang diperparah oleh sanitasi dan tempat tinggal yang buruk. “Kalau berobat sudah, tapi kalau kondisi rumahnya seperti ini mau bagaimana?” tanya Yayah, dengan kegelisahan seorang ibu yang merasa tak berdaya.

Di tengah keprihatinan tersebut, suami Yayah harus banting tulang sebagai tukang parkir untuk menopang kehidupan keluarga. Penghasilan yang pas-pasan membuat impian membangun rumah baru yang layak bagai mimpi di siang bolong, tanpa adanya intervensi atau bantuan dari negara.

Kisah pilu keluarga Yayah diduga kuat bukanlah cerita tunggal. Mereka merepresentasikan potensi masih banyaknya korban gempa Cianjur lainnya yang seakan terlupakan dalam proses pemulihan jangka panjang. Mereka terus menanti janji hunian tetap (huntap) yang tahan gempa dan nyaman, yang hingga detik ini masih menjadi angan-angan.

Baca Juga:  Skandal Rp8,4 M Cianjur! Hendra Malik: Jangan Berhenti di Pion, Seret Dalang Besarnya!"

Harapan Yayah sederhana namun mendasar: perhatian dan tindakan nyata dari pihak berwenang. “Ya mudah-mudahan ada milik dan rezekinya,” pungkasnya, menggantungkan nasib pada uluran tangan yang semestinya sudah datang lebih cepat.

 

Situasi ini memantik pertanyaan kritis tentang akuntabilitas dan efektivitas program rekonstruksi pascabencana yang dicanangkan. Sudah sejauh mana tanggung jawab negara dalam memenuhi hak dasar para penyintas, terutama hak atas tempat tinggal yang layak, tiga tahun setelah tragedi memilukan itu?

Sampai berita ini diturunkan, pihak Dinas Kesehatan setempat belum dapat memberikan tanggapan atau keputusan terkait kondisi kesehatan anak korban dan upaya penanganan di lokasi huntara tersebut.

Penulis : Ramdhani

Editor : SLS

Follow WhatsApp Channel harianpers.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Puncak Peringatan HPN 2026, PWI Indramayu Berikan Anugerah PWI Award ke-9 kepada 18 Local Hero
Dewan Pengawas SUHENDRIK PDAM INDRAMAYU Masih Terdaftar Di Sipol GOLKAR, Tuai Polemik
Forum Konstitusional Tetapkan Kepemimpinan Baru PMII dan KOPRI Cianjur Periode 2026–2027
Pelantikan 32 DPC, NasDem Cianjur Fokus Kerja Nyata di Akar Rumput
kemenkes MBG Bukan Program Satu – Satunya Penopang Tumbuh Kembang Anak
MBG Tercoreng di Cianjur, DPRD Nilai Ada Pengkhianatan terhadap Anak Bangsa
Optimalkan Pelayanan, Perumdam Tirta Darma Ayu Pastikan Tidak Ada Kenaikan Tarif Langganan
204 Pelajar Diduga Keracunan MBG di Cianjur, Bupati Tegaskan Sanksi Menanti Hasil Lab
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 17:03 WIB

Puncak Peringatan HPN 2026, PWI Indramayu Berikan Anugerah PWI Award ke-9 kepada 18 Local Hero

Rabu, 4 Februari 2026 - 17:58 WIB

Tiga Tahun Pasca Gempa Cianjur, Penderitaan Belum Usai: Korban Masih Tinggal di Tenda dan Keluhkan Tiadanya Bantuan

Minggu, 1 Februari 2026 - 15:51 WIB

Dewan Pengawas SUHENDRIK PDAM INDRAMAYU Masih Terdaftar Di Sipol GOLKAR, Tuai Polemik

Sabtu, 31 Januari 2026 - 02:08 WIB

Forum Konstitusional Tetapkan Kepemimpinan Baru PMII dan KOPRI Cianjur Periode 2026–2027

Jumat, 30 Januari 2026 - 23:17 WIB

Pelantikan 32 DPC, NasDem Cianjur Fokus Kerja Nyata di Akar Rumput

Berita Terbaru