CIANJUR Hariapers .com – Sekretaris LSM PRABHU Indonesia Jaya DPD Kabupaten Cianjur, Riki Supiandi, menyayangkan absennya Bupati Cianjur dalam audiensi membahas proyek Geothermal di kawasan Gunung Gede Pangrango.
“Kami sangat menyayangkan sikap Bupati Cianjur yang memilih untuk tidak hadir dalam ruang dialog ini,” kata Riki, Selasa (11/5/2026).
Menurutnya, ketidakhadiran tersebut bukan sekadar persoalan jadwal, melainkan mencerminkan kurangnya empati dan tanggung jawab pemimpin terhadap kekhawatiran warga terkait dampak lingkungan dan sosial proyek Geothermal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Audiensi ini adalah hak warga negara untuk mendapatkan transparansi. Dengan menghindari pertemuan, pemerintah daerah seolah menutup mata terhadap potensi risiko pasca-gempa dan ancaman ekologis yang menghantui masyarakat Cianjur,” ujarnya.
Riki menegaskan pihaknya datang membawa aspirasi masyarakat. Ia mempertanyakan komitmen ruang demokrasi jika kepala daerah tidak bersedia berdialog langsung.
“Kami datang membawa aspirasi arus bawah. Jika Bupati tidak bersedia duduk bersama, lantas kepada siapa lagi rakyat harus mengadu ketika ruang-ruang demokrasi di pendopo justru terasa tertutup?” katanya.
Ia juga menyoroti informasi dari Kesbangpol Kabupaten Cianjur yang menyebut Bupati tidak mengetahui detail proyek Geothermal. Padahal, menurut Riki, warga sudah beberapa kali menggelar audiensi dan aksi unjuk rasa terkait isu tersebut.
“Lucunya lagi, kami mendengar informasi dari Kesbangpol bahwa Bupati tidak tahu apa-apa tentang proyek Geothermal. Padahal masyarakat sudah beberapa kali audiensi bahkan sudah beberapa kali juga melakukan aksi unjuk rasa,” ujarnya.
Riki menduga Pemkab lebih mengutamakan investor ketimbang keselamatan warga di kaki Gunung Gede Pangrango. Ia meminta Bupati tidak menunggu bencana besar terjadi baru bersuara.
“Kami menduga Pemkab Cianjur lebih mementingkan karpet merah bagi investor daripada keselamatan nyawa warga. Jangan tunggu bencana besar terjadi baru Bupati mau bicara,” tegasnya.
LSM PRABHU meminta Bupati hadir langsung dalam forum berikutnya. Menurutnya, warga tidak butuh delegasi yang tidak memiliki wewenang mengambil keputusan.
“Jika proyek Geothermal ini memang aman dan pro-rakyat, mengapa Bupati takut berhadapan langsung dengan kami? Ketidakhadiran ini mengonfirmasi bahwa ada sesuatu yang disembunyikan di balik proyek ini,” kata Riki.
“Bupati harus ingat, kekuasaan itu ada mandatnya. Kami tidak butuh pemimpin yang hanya muncul saat butuh suara, tapi lari saat rakyat butuh perlindungan,” pungkasnya.
#yopi












