Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Uncategorized

Harga Fiber Melonjak, Pengrajin Joran Haurwangi: “Hese Diala Batina”

91
×

Harga Fiber Melonjak, Pengrajin Joran Haurwangi: “Hese Diala Batina”

Sebarkan artikel ini

CIANJUR – Pengrajin joran pancing di Kampung Pasirgombong, Desa Mekarwangi, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, mengeluhkan lonjakan harga bahan baku. Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan kondisi ekonomi yang belum stabil membuat biaya produksi membengkak dan laba kian tipis.

Pendi Supendi, salah satu pengrajin, menyebut kenaikan terjadi pada bahan utama seperti fiber, resin kimia cair, plastik, dan aksesori lainnya.

Example 300x600

“Produksi joran itu dari nol. Fiber bentuk tali diproses jadi batang joran, dikasih aksesori, sampai siap pakai. Prosesnya rumit, telaten, dan lama,” kata Pendi saat ditemui, Rabu, 3/6/2026.

Setelah jadi, joran dipasarkan secara online maupun offline ke berbagai kabupaten/kota di Indonesia, bahkan ada yang tembus pasar ekspor.

Namun kini, kata Pendi, keuntungan makin seret. “Hese diala batina,” ujarnya dalam bahasa Sunda, yang berarti sulit diambil untung. Meski begitu, ia tetap bersyukur usaha masih berjalan.

“Biarpun bahan baku naik, kami tetap bersyukur. Masih bisa produksi, bayar karyawan, dan cicil utang ke bank tiap bulan. Semoga harga segera stabil lagi,” ucapnya.

Kepala Desa Mekarwangi, Cecep Surahman, membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, pelaku UMKM di desanya cukup beragam, mulai dari makanan ringan, konveksi, hingga kerajinan joran. Semuanya masih bertahan meski dihantam kenaikan harga bahan baku.

“Mereka bertahan bukan karena untung besar, tapi karena masih punya harapan harga bahan pokok bisa normal lagi,” tegas Cecep.

Ia menambahkan, bertahannya UMKM juga jadi penopang ekonomi desa di tengah ketidakpastian. “Kalau mereka berhenti, dampaknya ke pekerja juga. Jadi sebisa mungkin kita dukung “pungkasnya

Example 120x600