HarianPers || TEGAL – Satu unit truk tangki BBM Solar berwarna biru putih nopol G 9066 QC bermuatan BBM Solar Industri dengan kapasitas 8.000 liter dugaan Kuat milik transportir PT SINAR AlMAS MULIA menjual belikan BBM Solar Murah di pelabuhan jongor, Kabupaten Tegal yang jelas – jelas rugikan negara. Minggu (16/8/2026).
Investigasi ini bermula saat wartawan menghampiri sopir truk bernama Puguh dan menanyakan dokumen pengangkutan seperti Purchase Order (PO) dan Delivery Order (DO). Namun, pengemudi enggan memperlihatkan berkas dengan alasan takut terjadi kesalahan dan meminta wartawan menunggu pihak pengurus yang berada di belakang mereka.
Sikap tertutup pengemudi memicu kecurigaan tim di lapangan.
Setelah menunggu kurang lebih satu jam, wartawan akhirnya bertemu dengan pengurus armada berinisial DD, warga Pekalongan.
“Ini Mas lembaran dokumen DO serta Surat Jalan dari transporter PT Sinar Almas Mulia yang ditujukan untuk pasokan kapal KM Amangkurat Kharisma.” Terangnya.
Saat di lihat ada kejanggalan pada kolom harga per liter yang dibiarkan kosong. Saat dikonfirmasi mengenai kejelasan angka tersebut, DD menyebutkan bahwa solar tersebut dibanderol Rp.12.500 per liter, bahkan harga tersebut masih bisa turun tergantung kesepakatan PO.
DD menjelaskan bahwa pasokan BBM jenis High Speed Diesel (HSD) ini dikirim dari daerah Juana.
Lanjutnya,terkait perizinan masuk dan bongkar muat di Pelabuhan Jongor Tegal, ia mengaku tidak mengetahui detail teknis dari pihak Syahbandar karena seluruh pengurusan di lapangan diserahkan kepada perwakilan transportir PT Sinar Almas Mulia cabang Tegal bernama Mohammad Tri.
Devisi Hukum Helmy, S.H menyoroti dengan adanya dugaan penjualan yang di lakukan oleh transportir PT Sinar Almas Mulia sudah jelas – jelas merugikan negara karena patokan harga yang berada di bawah rata-rata BBM Non-Subsidi industri tersebut memperkuat dugaan adanya indikasi penyimpangan, baik berupa solar oplosan maupun solar subsidi yang diperjualbelikan kembali secara ilegal untuk sektor industri.
“Guna memastikan keabsahan dokumen serta kandungan fisik BBM tersebut, data – data serta barang bukti yang didapat seperti sampel solar untuk langkah berikutnua kami akan berkoordinasi dengan APH dan BP MIGAS serta pengujian laboratorium lebih lanjut.” Tegasnya. (Red).











