Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

GOTONG ROYONG & NASI LIWET: CARA BATALYON RAYAKAN HUT KE-66 BERSAMA DESA BINAAN”

27
×

GOTONG ROYONG & NASI LIWET: CARA BATALYON RAYAKAN HUT KE-66 BERSAMA DESA BINAAN”

Sebarkan artikel ini

CIANJUR – Tak ada upacara megah. Tak ada defile. Peringatan HUT ke-66 Yonif 300/Brajawijaya tahun ini justru dirayakan dengan cangkul, karung sampah, dan piring nasi liwet di Desa Sukataris, Karangtengah, Jumat 11/9/2026.

Bersama perangkat desa, ormas, dan warga, para prajurit batalyon turun langsung ke aliran sungai. Mereka mengangkat sampah, membersihkan semak, dan merapikan bantaran. Bukan sekadar seremonial, tapi bentuk nyata kepedulian pada desa binaan.

Example 300x600

“Ini bukan cuma bersih-bersih. Ini tentang menjaga rumah kita bersama,” ujar Sertu Denny Indolaras Pemuja, Batisi Intel Yonif 300/Brajawijaya yang juga Koordinator Karya Bakti.

Usai sungai bersih, langkah bergeser ke panti jompo dan rumah para lansia. Paket santunan dibagikan satu per satu. Tak ada pidato panjang. Yang ada hanya jabat tangan, senyum, dan obrolan ringan.

Puncaknya, semua duduk melingkar. Di tengah hamparan daun pisang, nasi liwet panas disajikan. TNI, kepala desa, anggota ormas, sampai ibu-ibu PKK makan dari tempat yang sama.

Momen sederhana itu jadi simbol. Simbol kemanunggalan yang selama ini digaungkan.

Sebelum makan, doa bersama dipanjatkan. Memohon agar di usia 66 tahun, batalyon tetap diberi kekuatan untuk mengabdi kepada bangsa dan rakyat.

“HUT ini bukan cuma untuk mengenang sejarah. Tapi untuk mengingatkan kami, bahwa TNI lahir dari rakyat dan harus kembali untuk rakyat,” kata perwakilan batalyon.

Warga Sukataris menyambut hangat. Bagi mereka, kehadiran batalyon bukan tamu. Tapi keluarga.

Dari bersih sungai, santuni lansia, sampai makan bareng. Itulah cara Yonif 300/Brajawijaya merayakan ulang tahunnya yang ke-66.

Example 120x600