HARUAN PERS //Warga Desa Mekarjaya Kec. Cikalongkulon Kab.Cianjur mempertanyakan terkait realisasi program ketahanan pangan tahun anggaran 2024.
Menurut warga setempat yang disamarkan namanya kepada wartawan mengatakan”, Kepala desa seakan tidak transparan diduga ada kejanggalan, tidak jelas, gelap, dan membingungkan desa ini terkait ketahanan pamgan.” Ucapnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mulyono warga Desa Mekarjaya menuturkan bahwa dirinya bingung memperhatikan realisasi dana Ketapang di Desanya yang terkesan tidak jelas, kepada team media Ia mengaku banyak mendengar keluhan serta pertanyaan dari keluarga, tetangganya, tokoh masyarakat terkait realisasi dana ketapang yang tidak jelas.
Bahkan gia pun beserta rekan-rekan Pengurus Lembaga Laskar Merah Putih pernah berupaya mencoba untuk menelusuri dan saya sampai pernah mempertanyakan ke Sekertaris Desa Mekarjaya melalui pesan whatsapp, akan tetapi Kepala desa tidak pernah menjawab atau balasan pesan tersebut.
Menurutnya ini sungguh aneh dan membingungkan bagi warga masyarakat, sebenarnya bagaimana sih pelaksanaan terkait anggaran tersebut”, ucap Mulyono.
” Saya sudah merasa jengkel selama ini memperhatikan pengelolaan dana ketapang yang dari tahun ke tahun sudah 3 tahun anggaran diperhatikan pelaksanaanya semuanya tidak jelas.
Pada tahun 2022 dana ketapang senilai Rp. 200 juta lebih direalisasikan ke peternakan ayam potong hancur tidak jelas, ketapang tahun 2023 senilai kuranglebih Rp. 294.000.000,- peruntukan bantuan ternak domba direalisasikan fisik domba yang ditemukan dibatununggul hanya ada 20 ekor, padahal anggarannya sangat besar ratusan juta.
Kemudian sekarang ketapang 2024 yang saya ketahui setelah melakukan penelusuran ke 5 Dusun dihitung dijumlahkan secara kasar dari bantuan pupuk, obat-obatan pertanian, benih padi, beserta pembangunan irigasi berbentuk jembatan kurang lebih Rp. 120.000.000,- sementara alokasi total anggaran ketapang 2024 Rp. 303 juta lebih pertanyaannya yang sisanya kuranglebih Rp. 183 jta lagi dikemanakan.
Dicoba dipertanyakan kepihak sekdes selaku yang melaksanakan tidak ada jawaban dan penjelasan, dan hal ini dari tahun ke tahun terus begini gelap, tidak transfaran ketika diminta penjelasan.
Menindaklanjuti informasi tersebut team media mencoba mengkonfirmasi pihak Pemerintah Desa Mekarjaya Jumat 10/01/ 2025 di Kantor Desa, Awak media bertemu dengan Bendahara Desa dikarenakan pihak Kepala Desa tidak ada dan Sekdes Mekarjaya.
Menurut staf Desa tidak masuk kerja dikarenakan sedang sakit kata Dede selaku Staf Desa.
Saat dikonfirmasi Bendahara menjelaskan”, bahwa anggaran Ketahanan Pangan 2024 sebesar Rp. 303.000.000,- dialokasikan peruntukan bantuan pertanian berupa bantuan pupuk, obat-obatan pertanian yang disalurkan kepada kelompok tani dan warga masyarakat, pembangunan fisik irigasi berupa jembatan senilai Rp. 80.000.000,- yang berlokasi di batununggul, serta peningkatan kafasitas petani.
Namun untuk lebih jelasnya terkait pelaksanaan kegiatan tersebut silahkan mempertanyakannya ke Pimpinan Kepala Desa dan Sekertaris Desa, saya hanya bisa memberikan informasi masalah anggaran saja ujar bendahara Desa Mekarjaya.
Ketika dihubungi via pesan whatsapp Kepala Desa Mekarjaya dan Sekertaris Desa untuk mengkonfirmasi namun keduanya tidak memberikan jawaban.
Al hasil investigasi ke lapangan terkait realisasi program ketahanan pangan tersebut, kami mewawancari salah seorang anggota BPD Mekarjaya terkait program ketapang tersebut, anggota BPD memberikan tanggapan bahwa memang ada kegiatan pembangunan irigasi cuman berbentuk jembatan di Batununggul kalau menurut saya bukan salah ya tapi kurang tepat prasastinya irigasi namun bangunannya jembatan ujar anggota BPD.
Semenatara ketua Pengurus Kelompok Tani Jaya Mekar ketika ditanya oleh awak media perihal bantuan ketapang tersebut apakah bantuan pupuk serta obat-obatan dari program ketapang Desa Mekarjaya telah diterima kelompok tani dan anggota petani.
Ketua kelompok tani menjawab kepada awak media, dengan nada balik tanya oh emang ada bantuan pupuk dari Desa untuk kelompok tani? Saya tidak tahu malah saya baru mendengar ada bantuan dari bapak, jangankan menerima bantuannya, kami sama sekali tidak tahu dan tidak pernah menerima sosialisai dari pihak Pemerintah Desa Mekarjaya adanya pembagian bantuan pupuk tersebut, padahal kami adalah kelompok tani sungguh aneh jawab Ketua Poktan.
Hasil penelusuran bukti fisik irigasi berbentuk jembatan di Batununggul dilokasi kami mewawancarai RW setempat sambil menunjukan bukti fisik irigasi berbentuk jembatan, pak RW menjelaskan kepada awak media bahwa dirinya juga bingung terkait pembangunan irigasi ini karena ini dibangun oleh pihak ketiga, pak RW mengaku tidak mengetahui apakah ini program ketapang atau program aspirasi, dikarenakan dirinya sebelumnya merasa mengajukan jembatan ini melalui aspirasi Dewan, entah ini aspirasi atau ini program ketapang, yang jelas saya hanya ikut kerja saja membangun ujar RW.
Ketika dipertanyakan terkait realisasi terkait bantuan program ternak domba 2023 yang alokasi Rp. 294.000.000,- apakah benar ada dan diterima, pak RW memberikan jawaban benar ada di Batununggul sebanyak 20 ekor karena memang dari awal juga pada waktu itu hanya ada 20 ekor ungkap RW.
Hasil Dilapangan mencoba mengkonfirmasi Kepala Dusun setempat terkait realisasi dana Ketapang 2024, Kepala Dusun menjelaskan kepada awak media ketika diwawancarai bahwa dirinya tidak tahu menahu kegiatan pembangunan irigasi jembatan tersebut karena dikerjakan oleh Pak Erwin selaku pihak ketiga, sampai datang material pun saya selaku kepala dusun tidak pernah diberitahu, bahkan saya merasa kaget ketika ada tokoh masyarakat Batununggul yang menanyakan perihal pembangunan jembatan tersebut saya jawab tidak tahu dia bertanya bukankah mandor TPK lapangannya? Kata siapa? Saya balik tanya ke tokoh, tokoh menjawab saya sudah menanyakan ke Sekdes kata Sekdes tanyakannya ke Mandor saja karena Mandor TPK nya.
Dalam hal ini pak saya merasa selalu jadi korban, kemarin masalah ketapang 2023 bantuan ternak domba ketika media mempertanyakan ke sekdes ditunjukkan bahwa domba ada di Dusun 3 padahal saya selaku kepala dusun tidak tahu menahu perihal domba ada didusun 3 tahu domba ada di dusun 3 itu justru setelah dari pihak media ketika mempertanyakan keberadaan domba tersebut didusun 3, tidak pernah menerima ada arahan atau pemberitahuan atau sosialisasi dari pihak Sekdes jelas Mandor kepada awak Media.












