Harianpers | Subang – Kelangkaan LPG bersubsidi ukuran 3 kg yang lebih dikenal Gas Melon membuat warga panik. Pasalnya LPG yang diperuntukan untuk masyarakat miskin dan pelaku usaha kecil benar-benar mulai susah didapat (langka)
Kejadian kelangkaan LPG 3kg bersubsidi tersebut mulai terjadi beberapa minggu lalu, di beberapa Kecamatan yang ada di wilayah Kab. Subang, salah satunya Desa Sukamulya, Kec. Pagaden.
Kelangkaan pasokan membuat warga harus mencari dari satu pengecer ke pengecer lain.
Uma salah satu warga mengatakan setiap hari sering mendatangi setiap warung yang menyediakan penjualan LPG bersubsidi tersebut.
“Sudah ke warung-warung, sayangnya gak pernah ada, malahan jauh-jauh hari suka pesan duluan, hingga hari ini masih belum ada” keluhnya.Rabu (8/7/2026).
“Sebenarnya ada apa sampai gak ada?” ujarnya.
Harga Meroket
Sekalinya ada, harga Gas melon tersebut melambung tinggi yang biasanya di warung warung dijual dengan harga di kisaran Rp.20.000,00 – 21.000,00, kini tembus mencapai Rp. 26.000,00 lebih.
“Sama di kampung saya juga langka, sekalinya ada saya beli Rp.28.000,00 sampai Rp.30.000,00” ucap Em warga Parigi, Kec.Cipunagara.
Disalah satu warung sempat terlihat tumpukan tabung Gas Melon 3kg bersubsidi namun hanya tumpukan tabung tanpa isi.
“Ini kosong pak, kalaupun ada langsung habis” terang pedagang tersebut.
Harapan Warga
Warga berharap kepada pihak terkait bisa secepatnya memulihkan kembali mulai dari pasokan LPG 3kg bersubsidi tersebut dan bisa menormalkan kembali harga.

















