CIANJUR – Manajemen RSUD Cianjur akhirnya buka suara soal viralnya kondisi pasien yang menumpuk hingga ke lobi IGD. Direktur Pelayanan RSUD Cianjur, Yayan, mengakui rumah sakit tengah mengalami overload akibat keterbatasan kapasitas ruang rawat inap.
“Memang benar, kondisi ruang kami masih kurang. Kapasitas sementara belum mencukupi, sementara ruang rawat inap penuh. Akibatnya, pasien di IGD tidak bisa langsung dipindahkan ke ruangan, sehingga menumpuk sampai ke lobi,” jelas Yayan, Senin, 22 Juni 2026.
Menurut Yayan, lonjakan pasien terjadi pada Minggu, 21 Juni 2026. Ia menyebut sebagian pasien sebenarnya tidak perlu dirawat inap dan cukup ditangani di puskesmas. “Padahal banyak pasien yang sebenarnya bisa rawat jalan di puskesmas saja,” tambahnya.
Untuk mengatasi persoalan ini, pihak RSUD mengaku sudah merencanakan penambahan ruang rawat baru. “Ke depan kami sudah merencanakan penambahan ruangan yang akan dibangun secepatnya. Kami berkomitmen untuk terus melayani pasien semaksimal mungkin,” tegas Yayan.
Pihak rumah sakit juga mengimbau masyarakat agar memanfaatkan layanan puskesmas terlebih dahulu untuk kasus-kasus yang tidak gawat darurat, guna mengurangi kepadatan di IGD.

















