Cianjur Harianpers.com – Sebuah drama memalukan terjadi di SDN Babakan Caringin 1, Cianjur, ketika awak media mencoba mengonfirmasi dugaan pungutan liar (pungli) penjualan seragam dan atribut sekolah. Kepala Sekolah, Irma Rismayanti, malah menghindar dan mengaku memiliki kerabat wartawan, seolah menantang awak media.
Awak media yang datang ke sekolah diterima oleh Fitria, wali kelas 2, yang mengatakan bahwa Kepala Sekolah sedang rapat dengan kordik. Namun, setelah pencarian, Irma Rismayanti ditemukan bersembunyi di dalam WC.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam keterangannya, Irma Rismayanti membantah adanya kewajiban pembelian seragam di sekolah, namun pernyataan ini bertentangan dengan keterangan orang tua siswa. “Silakan mau beli di sekolah atau di luar, tidak ada paksaan,” katanya.
Namun, pernyataan ini justru memunculkan polemik baru, karena orang tua siswa mengaku tidak pernah diadakan rapat atau musyawarah. “Tiba-tiba seperti diarahkan begitu saja. Saya sangat kecewa,” ungkap salah satu orang tua siswa.
Perbedaan keterangan ini semakin memperkuat adanya dugaan pungli, yang jelas bertentangan dengan regulasi yang berlaku. Menanti langkah tegas dari Dinas Pendidikan setempat untuk mengusut tuntas persoalan ini secara transparansi.
Ironisnya, saat awak media mencoba mengonfirmasi kepada pihak kordik Karangtengah dan Kepala Dinas Disdikpora Kabupaten Cianjur, tidak ada respons yang diberikan. Sikap bungkam ini terkesan bahwa ada sesuatu yang janggal. Jika memang tidak ada yang perlu ditutupi, lalu mengapa harus “bersembunyi”?
Penulis : Tomi
Editor : SLS












