Kades Cisampih Sakti, Dua Kali Panggilan Irda, Sidak Muspika & Tiga Kali Teguran BPD, Cukup Dengan Pernyataan

- Penulis

Rabu, 6 Maret 2024 - 12:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIAN PERS | Subang – Seperti yang telah di beritakan melalui media daring hariapers.com tentang carut marut Anggaran Dana Desa 2021 – 2022 yang masih belum terealisasi untuk pengerjalan jalan wisata Desa Cisampih, senilai Rp.90.000.000, ada juga Anggaran Dana Desa untuk pembangunan Gapura yang belum selesai sebesar Rp.80.000.000 kini tengah menjadi sorotan publik dan Sudah menjadi rahasia umum.

Beberapa sumber yang terlibat dalam aktivitas Desa Cisampih salah satu dari jajaran BPD dan salah satu dari perangkat Desa membenarkan dugaan korupsi tersebut.

Anehnya, dua kali panggilan Irda, Sidak Muspika, serta beberapa kali teguran dari BPD, kepala Desa Cisampih hanya cukup dengan pernyataan pernyataan kesanggupan padahal kasus ini dari 2021 hingga 2024 sekarang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keanehan ini menjadi pertanyaan beberapa orang yang terlibat dalam aktivitas pemerintahan Desa Cisampih, baik dari beberapa perangkat Desa, juga dari internal sosial kontrol Desa.

“Aneh ada siapa di belakangnya, jangankan teguran BPD sekelas Inspektorat Daerah (Irda) tidak mempan, sampai saat ini anggaran DD tahun 2021-2022 masih belum ada penerapan fisik padahal Irda sudah memanggil Kepala Desa dua kali” ucap salah satu dari jajaran BPD.

Baca Juga:  Kepala Desa Kamarung Bersama Muspika Kecamatan Pagaden Laksanakan Giat Jumsih

Masih lanjut Dia, “Dengan hanya pembuatan pernyataan pernyataan pertanggung jawaban baik pernyataan yang di buat di Irda yang di saksikan Camat, ketua BPD dan Kasi pemerintahan Desa, terkesan selesai. Padahal ini tentang Dana Desa, yang jelas jelas sangsi hukumnya, ini sudah berapa lama terhitung dari tahun 2021 hingga sekarang” lanjutnya.

Selain anggaran Dana Desa yang diduga masih fiktif Rp. 90.000.000, penerapan anggaran Gapura perbatasan menjadi sorotan baru, pasalnya hingga hari ini pembangunan Gapura dari anggaran DD masih mangkrak.

Hal itu di ungkapkan salah satu perangkat desa Cisampih saat di komfirmasi baik secara langsung atau pun melalui tlpn selulernya. Dia membenarkan bahwa besaran anggaran DD (dana desa) untuk Gapura perbatasan sekitar Rp.80.000.000 sampai saat ini masih belum selesai.

“Begini kronologisnya, sebelumnya pembangunan tersebut akan di kerjakan oleh pelaksana. Namun, karena sudah di pinta fee oleh Kepala desa sebesar Rp.15.000.000 dan kemudian sisa uang fee Rp.65.000.000 akan di pinjam Rp. 10.000.000, pada akhirnya pelaksana tidak jadi melaksanakan pengerjaan pembangunan Gapura perbatasan tersebut dan akhirnya pembangunan Gapura tersebut ditangani langsung oleh Kepala desa” ujarnya.

Baca Juga:  Catut Nama Instansi dan Istitusi Dalam Sosialisai Program Redis Desa Bojong Jaya, Ketua DPP LSM Gasak : Segera Klarifikasi Kades Bojong Jaya Demi Nama Baik Instansi dan Institusi

Selanjutnya, “Uang Gapura tersebut,
sisa fee dan pinjaman yang tinggal Rp.55.000.000 di ambil Kepala desa melalui transper ke reking pribadi Kepala Desa yang rencananya pembangunan Gapura tersebut langsung di tangani oleh Kepala Desa dan memang, kepala Desa langsung yang menangani pembangunan Gapura tersebut, namun pembangunan tersebut saat ini masih belum selesai (mangkrak)” tuturnya.

Adanya permasalahan ini, kembali dari pihak Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang, Jawa Barat, turun ke Desa Cisampih.

“Benar ada dari pihak kecamatan datang ke Desa, yang saya tahu untuk mengambil beberapa berkas, selanjutnya saya tidak tahu isi wacananya antara Kepala Desa dan pihak Kecamatan” ungkap salah satu perangkat Desa, Senin (4/3).

Sebelum pihak kecamatan turun ke Desa pemberkasan pertanggung jawaban Kepala Desa masih di pegang salah satu perangkat Desa.

Kepala Desa Cisampih pada saat itu juga meng ia kan bahwa ada dari pihak kecamatan yang datang untuk mengambil berkas dan membuat pernyataan kesanggupan realisasi penerapan anggaran kembali.

“Ia dari pihak kecamatan ada datang ke Desa, tujuanya pemeriksaan berkas dan pembuatan pernyataan kembali” ucapnya.

Follow WhatsApp Channel harianpers.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satpam Tewas Dibacok di Gudang Motor Honda Cianjur, Pelaku Buron
Diduga Keracunan MBG, Puluhan Warga Sukaluyu Cianjur Keluhkan Mual dan Diare
Komisi III DPRD Indramayu Apresiasi PAD Sektor Parkir Meningka
YANTO AD Bawa Kabur Mobil Toyota AGYA AB 1873 SX & EMAS, Polisi Segera Tindak
Cianjur Darurat Sampah, BEM PTNU Gelar Aksi di Depan Kantor DLH: Tuntut Evaluasi Total
Heboh! Wali Murid SDN Babakan Caringin 1 Cianjur Layangkan Petisi, Soroti Dana BOS hingga “Rahasia Negara”
DPRD Cianjur Kebut Raperda Kesehatan, Target Permudah Layanan RSUD
HUT Satpol PP, Damkar, dan Linmas Cianjur: Bupati Wahyu Apresiasi Kinerja, Musnahkan Ribuan Miras dan Rokok Ilegal
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 21:42 WIB

Satpam Tewas Dibacok di Gudang Motor Honda Cianjur, Pelaku Buron

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:39 WIB

Diduga Keracunan MBG, Puluhan Warga Sukaluyu Cianjur Keluhkan Mual dan Diare

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:05 WIB

Komisi III DPRD Indramayu Apresiasi PAD Sektor Parkir Meningka

Jumat, 1 Mei 2026 - 01:53 WIB

YANTO AD Bawa Kabur Mobil Toyota AGYA AB 1873 SX & EMAS, Polisi Segera Tindak

Kamis, 30 April 2026 - 20:57 WIB

Heboh! Wali Murid SDN Babakan Caringin 1 Cianjur Layangkan Petisi, Soroti Dana BOS hingga “Rahasia Negara”

Berita Terbaru