PT. Sri Karya Lintasindo Jawa Tengah Di Duga Jual BBM Solar Murah Di Pelabuhan Tegal Jongor & Pelindo

- Penulis

Selasa, 6 Agustus 2024 - 12:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : BBM Solar PT SRI KARYA LINTASINDO

i

Foto : BBM Solar PT SRI KARYA LINTASINDO

HarianPers || Jabar – Maraknya penjualan BBM solar murah di pelabuhan Kota Tegal Jongor dan pelindo memberikan keuntungan besar bagi PT Sri Karya Lintasindo (SKL) wilayah Jawa tengah dan mengakibatkan kerugian besar pada negara.
Selasa (6/8/2024).

Saat media HarianPers mengkonfirmasi Agung (pemegang otoritas tegal) mengatakan, saya dari PT SKL mendapatkan solar dari Sumatera dan di sini kita kemas dan di jual kepada para pemilik kapal Rp 10.600 – 10.800, dan ini bisa membantu karena dengan harga yang di berikan pemerintah terlalu mahal.

Foto : Pemegang Otoritas PT SKL Tegal & Marketing pelabuhan Jongor & Pelindo

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ya mas, saya dari PT SKL hanya membantu dengan harga segitu.”

Dan di tanya soal kualitas solarnya, agung menjawab “Solar dari kami paling bisa bertahan 1 bulan, ya selebihnya ada perubahan.” Terangnya.

Sementara itu, AG (Inisial) ABK (Anak Buah Kapal) KM. Mas Putri kapal tangkap ikan centrang yang saat ini masih perbaikan mesin bingung. Ia juga mengutarakan peredaran solar di pelabuhan tegal khususnya di Jongor serta Pelindo terkesan dimonopoli dan kami menerima harga mahal Rp 12.000 – 13.000 itu dari PT

Baca Juga:  Toni RM Menduga Ada 7 Kejanggalan Dalam Kasus Fery

“Kita di beri harga Rp 12.000 – 13.000 oleh PT, itu juga lama.”

Dengan itu, Media HarianPers melakukan investigasi dilapangan dan benar menemukan peredaran solar yang disalurkan oleh salah satu perusahaan transportir (SKL) dibawah harga het dari pemerintah. Harga yang beredar di pelabuhan Jongor tegal dikisaran Rp 10.600 – 10.800 jauh lebih murah dari harga yang ditentukan oleh pemerintah yang saat ini dikisaran harga Rp.15.500 rupiah.

Lanjut, dan kami diajak mengobrol dengan komunitas transportinya, ada Agung, Dedi dan Narto.

“Kami menanyakan kebenarannya dengan memancing ingin membeli dan punya PO dari agung, dan menjawab “mas kami di sini menjual dengan harga murah.” Akhirnya kami memperkenalkan diri bahwa kami dari media. Spontan kami di arahkan kepada sebuah nama dengan inisial L (perempuan). Setelah berbincang dengan L, kami diminta untuk pertemuan. (dijadwalkan).

Baca Juga:  Oknum TNI & Polri Di Duga Kuat Terima Setoran Jaringan Obat Terlarang Madi Aceh, Ada Apa?

Karena kami masih menelusuri, mencoba menemui kepala Syahbandar Kabupaten Tegal, serta Kepala Dinas Perikanan Tegal menanyakan terkait kelangkaan BBM jenis solar serta peredaran solar industri jenis B35 dengan harga murah di wilayah pelabuhan Jongor serta Pelindo yang saat ini dipertanyakan, namun tidak berada ditempat.

Berdasarkan Pasal 72 PP 36/2004 disebutkan bahwa harga Bahan Bakar Minyak (“BBM”) dan gas bumi diatur dan/atau ditetapkan oleh pemerintah. Adapun pemerintah yang dimaksud di sini adalah merujuk pada Pasal 40 angka 1 UU Cipta Kerja yang mengubah Pasal 1 angka 21 UU 22/2001 yaitu presiden yang dibantu oleh wakil presiden dan menteri.

Penawaran harga Solar Industri pada 01-14 Mei 2024 sebesar Rp 15.500/liter; Marine Fuel Oil sebesar Rp 19.850/liter serta harga Biosolar B35 sebesar Rp 21.100 untuk wilayah 1 dan 2 (Sumatera, Jawa, Bali, Madura dan Kalimantan) sedangkan untuk harga di wilayah 3 sebesar Rp 21.200 dan 21.350 per liternya untuk wilayah 4. (R**).

Follow WhatsApp Channel harianpers.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Mimbar ke Aksi Nyata, Isra Mi’raj PWI Cianjur dan MT Kawan ’99 Tebar Kepedulian
Tak Sekadar Bangunan, Gedung IAD dan Lapangan Tenis Jadi Simbol Soliditas Kejari Cianjur
Janji Tinggal Janji, Warga Pertanyakan Legalitas PT Lianhua
Penghuni BDI 3 Tambak Kecewa, Ruas Jalan Edelweis Tenggelam
Ketua Umum Persiker Piter Gusbager Siap Meluncurkan Tim Badai Perbatasan yang akan berlaga pada Liga 4 Musim 2025/2026,
BDI TAMBAK Indramayu Di Temukan Seorang Montir Motor Gantung Diri
Diduga Tanpa Izin, Penebangan Kayu di Puncak Simun Jadi Sorotan GMCB
Pembangunan Villa di Loji Babakan Dipertanyakan, Warga Soroti Dugaan Pelanggaran Izin dan DAS
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 20:18 WIB

Dari Mimbar ke Aksi Nyata, Isra Mi’raj PWI Cianjur dan MT Kawan ’99 Tebar Kepedulian

Jumat, 23 Januari 2026 - 20:00 WIB

Tak Sekadar Bangunan, Gedung IAD dan Lapangan Tenis Jadi Simbol Soliditas Kejari Cianjur

Jumat, 23 Januari 2026 - 19:28 WIB

Janji Tinggal Janji, Warga Pertanyakan Legalitas PT Lianhua

Jumat, 23 Januari 2026 - 09:36 WIB

Penghuni BDI 3 Tambak Kecewa, Ruas Jalan Edelweis Tenggelam

Kamis, 22 Januari 2026 - 13:59 WIB

BDI TAMBAK Indramayu Di Temukan Seorang Montir Motor Gantung Diri

Berita Terbaru